kualitas petis

Otak Udang dan Petis

Petis. Siapa sih yang tak kenal dengan bumbu atau bahan makanan yang satu ini. Petis merupakan bahan makanan berbentuk pasta dengan warna coklat hingga kehitaman yang memiliki rasa gurih, manis, serta aroma yang khas dan unik. Petis sendiri ada dua jenis yang biasanya dijumpai di pasaran yaitu petis udang dan petis ikan. Tentu saja baik dari aroma serta teksturnya kedua jenis petis tersebut pun memiliki perbedaan. Selain itu, penggunaan kedua jenis pertis tersebut biasanya juga disesuaikan dengan olahan kuliner yang akan dimasak. Tak hanya itu saja, kualitas dari petis yang tersedia pun bervariasi mulai dari yang berkualitas super hingga yang biasa saja.

Untuk petis udang sendiri, bahan utama dalam pembuatan petis ini adalah kepala udang. Meski biasanya kepala udang seringkali dijadikan sebagai bahan sisa, rupanya justru kepala udang mengandung antioksidan astaxanthin yang sepuluh kali lipat lebih kuat untuk melawan radikal bebas dibandingkan antioksidan yang ada pada buah serta sayuran. Selain itu, kepala udang juga memiliki aroma yang lebih pekat sehingga sangat cocok untuk diolah menjadi kaldu ataupun bumbu masakan. Jadi, ketika mengetahui bahwa bahan utama untuk membuat petis adalah kepala udang, Anda sebaiknya juga tidak terlalu terkejut karena justru ini yang membuat citarasa serta aroma dari petis udang menjadi lebih khas dan unik. Dan, Anda pun bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari kandungan antioksidannya yang cukup tinggi dari kepala udang yang diolah menjadi petis udang.

Saat membicarakan tentang petis udang, mungkin yang melintas dalam pikiran Anda adalah lezatnya tahu tek ataupun rujak cingur. Hal ini memang cukup masuk akal karena memang bumbu yang satu ini menjadi bumbu pilihan bahkan bumbu wajib untuk menyajikan beberapa kuliner petisan khas dari Jawa Timur. Selain itu, petis juga cocok untuk digunakan sebagai bumbu rujak manis serta cocolan gorengan yang menghasilkan rasa yang begitu menggoda.

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan ‘otak udang’ yang diartikan sebagai seseorang yang bodoh. Entah mengapa muncul kiasan seperti itu, apakah mungkin udang memang tak memiliki otak, atau otaknya terlalu kecil, atau karena perut udang yang juga berada di kepala? Entahlah. Namun, terlepas adanya kiasan tersebut, Anda tentu tidak menolak bila ditawari otak-otak udang bukan? Bila selama ini Anda pernah menikmati otak bandeng, otak tenggiri, ataupun otak-otak lainnya dari jenis ikan lain, tak ada salahnya bila Anda mencicipi otak udang. Bagaimanapun udang merupakan salah satu seafood dengan kandungan protein yang cukup tinggi dan memiliki rasa yang sangat lezat. otak udang pun akan semakin lezat ketika dinikmati bersama cocolan sambal petisan yang pedas, manis, dan gurih. Sepertinya perpaduan otak udang dan petis bisa menjadi hidangan yang sangat menarik untuk menemani Anda bersantai seperti ketika ngobrol seru dengan keluarga ataupun bersantai sambil nonton TV di rumah.